Wakil Bupati Sitaro Imbau Warga di Sekitar Gunung Karangetang Waspada

Kompas.com - 04/02/2019, 15:25 WIB
Lelehan lava Gunung Karangetang tampak menghanguskan sejumlah pepohonan yang dilintasinya, Sabtu (2/2/2019). Dokumen Pos Pengamatan Gunung Api KarangetangLelehan lava Gunung Karangetang tampak menghanguskan sejumlah pepohonan yang dilintasinya, Sabtu (2/2/2019).

MANADO, KOMPAS.com - Wakil Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) John Palandung mengimbau warga di sekitar Gunung Karangetang untuk waspada.

"Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Karangetang tinggi. Jadi warga di sekitar gunung agar waspada. Jangan melakukan aktivitas," kata John saat dikonfirmasi Kompas.com via telepon, Senin (4/2/2019) pukul 15.08 Wita.

John meminta warga mengikuti apa yang menjadi petunjuk petugas di lokasi.

"Saat ini memang sudah ada sekira 112 jiwa yang dievakuasi. Mereka diungsikan ke kantor Desa Batubulan dan gereja Kawahang," ujarnya.

Terkait bencana ini, kata dia, pihaknya sudah memenuhi kebutuhan pengungsi. Koordinasi juga sudah dilakukan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara.

"Mereka siap membantu. Gubernur sudah menginstruksikan ke BPBD dan Dinas Sosial Sulut. Bantuan secepatnya akan datang ke Sitaro," katanya.

Baca juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Karangetang Masih Tinggi, 112 Jiwa Dievakuasi

Seperti diketahui, Pos Pengamatan Gunung Karangetang mencatat, secara visual gunung jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah.

"Sedangkan, di kawah 2 mengeluarkan asap putih sedang lebih kurang 50 meter. Embusan asap kelabu tebal terlihat samar-samar," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Aditya Gurasali, dalam keterangan tertulis.

Untuk kegempaan, lanjut dia, terjadi guguran 19 kali, amplitudo 3-4 milimeter, durasi 30-55 detik.

Terkait hal ini, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi. Pertama, warga di sekitar Gunung Karangetang dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan beraktivitas pada radius 2,5 kilometer dari kawah 2 (utara) dan perluasan ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya sejauh 3 kilometer.

Kedua, warga menyiapkan masker penutup hidung dan mulut jika terjadi hujan abu.

Baca juga: 5 Fakta Erupsi Gunung Karangetang, Aliran Lava ke Sungai Malebuhe hingga Status Siaga Darurat 90 Hari

Ketiga, warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang selama musim hujan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar hujan dan banjir bandang, terutama di sepanjang bantaran Kali Batuawang hingga ke pantai.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X