PVMBG: Aktivitas Kegempaan Vulkanik Gunung Karangetang Masih Berfluktuasi

Kompas.com - 26/04/2019, 08:58 WIB
Gunung Karangetang tampak jelas mengeluarkan asap putih tebal di kawah utama dan bertekanan gas kuat lebih kurang 400 meter. Sedangkan kawah dua juga mengeluarkan asap putih sedang dengan tekanan gas sedang 150 meter. Dokumen Pos Pengamatan Gunung Api KarangetangGunung Karangetang tampak jelas mengeluarkan asap putih tebal di kawah utama dan bertekanan gas kuat lebih kurang 400 meter. Sedangkan kawah dua juga mengeluarkan asap putih sedang dengan tekanan gas sedang 150 meter.

MANADO, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih berfluktuasi.

"Tapi cenderung turun," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan, melalui pesan singkat saat dikonfirmasi, Kamis (25/4/2019.

Baca juga: Luncuran Guguran Lava Gunung Karangetang Capai 2.000 Meter

Hendra mengatakan, sesuai data yang dicatat PVMBG, dalam satu hari terakhir ini, terjadi gempa hybrid dan tektonik jauh.

"Gempa hybrid, artinya gempa yang diakibatkan pergerakan magma dekat permukaan kawah yang membentuk kubah lava. Sedangkan, gempa tektonik jauh, maksudnya gempa yang diakibatkan oleh pergeseran lempeng bumi, jarak sumber gempa tersebut lebih kurang 300 kilometer dari Gunung Karangetang," terang dia.

Ia juga menuturkan, gema tremor terjadi terus menerus dengan amplitudo 0,25 milimeter (dominan 0,25 milimeter).

"Tingkat aktivitas Gunung Karangetang masih tetap pada level III atau siaga," kata dia.

Baca juga: Gunung Karangetang Terus Keluarkan Asap, Ini Penjelasan PVMBG

Dia mengimbau agar warga dan pengunjung tidak mendekati dan melakukan pendakian serta tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua dan kawah utama.

Aktivitas juga tidak boleh dilakukan di wilayah area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 kilometer, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Saboang.

Selain itu, warga di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, untuk mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

"Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai," kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

64 Kepala Sekolah SMP di Riau Mengundurkan Diri

64 Kepala Sekolah SMP di Riau Mengundurkan Diri

Regional
101 Pasien Positif Corona di Pusdikpom Dinyatakan Negatif dari Hasil Tes Swab Ke-2

101 Pasien Positif Corona di Pusdikpom Dinyatakan Negatif dari Hasil Tes Swab Ke-2

Regional
Petugas Jaringan Listrik Diserang Buaya Saat Seberangi Sungai, Derita Luka Robek di Pinggang

Petugas Jaringan Listrik Diserang Buaya Saat Seberangi Sungai, Derita Luka Robek di Pinggang

Regional
Push Up Tak Mempan, Hukuman Tak Pakai Masker di Banjarbaru Kini Denda Rp 250.000

Push Up Tak Mempan, Hukuman Tak Pakai Masker di Banjarbaru Kini Denda Rp 250.000

Regional
Pelaku Pencabulan Anak Dihukum Cambuk, Mengerang hingga Minta Berhenti

Pelaku Pencabulan Anak Dihukum Cambuk, Mengerang hingga Minta Berhenti

Regional
Banjir Bandang di Masamba: 19 Korban Meninggal, 23 Hilang, 15.000 Mengungsi

Banjir Bandang di Masamba: 19 Korban Meninggal, 23 Hilang, 15.000 Mengungsi

Regional
Risma Tak Karantina Mandiri meski 2 Kadis Pemkot Surabaya Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Risma Tak Karantina Mandiri meski 2 Kadis Pemkot Surabaya Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
Khawatir Tak Mampu Bayar Perawatan di Ruang VIP, Pasien Covid-19 yang Baru Melahirkan Kabur

Khawatir Tak Mampu Bayar Perawatan di Ruang VIP, Pasien Covid-19 yang Baru Melahirkan Kabur

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Kota Tegal Dibubarkan pada 30 Juli

Gugus Tugas Covid-19 Kota Tegal Dibubarkan pada 30 Juli

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 15 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 15 Juli 2020

Regional
Remaja yang Hilang akibat Terseret Ombak Saat Swafoto Ditemukan

Remaja yang Hilang akibat Terseret Ombak Saat Swafoto Ditemukan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 15 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 15 Juli 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 15 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 15 Juli 2020

Regional
Kronologi ATM BNI Dibobol di Aceh Utara, Pelaku Menyamar Jadi Petugas Pengisian Uang

Kronologi ATM BNI Dibobol di Aceh Utara, Pelaku Menyamar Jadi Petugas Pengisian Uang

Regional
Oknum Disdukcapil Ambon Sediakan Data NIK Warga untuk Registrasi Kartu SIM Bodong di Makassar

Oknum Disdukcapil Ambon Sediakan Data NIK Warga untuk Registrasi Kartu SIM Bodong di Makassar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X