PVMBG Sebut Gunung Karangetang Berulang Muncul Sinar Api dan Luncurkan Guguran Lava

Kompas.com - 30/06/2019, 07:40 WIB
Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menyemburkan abu vulkanik pada Kamis (20/12/2018) lalu. Skivo Marcelino MandeyGunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menyemburkan abu vulkanik pada Kamis (20/12/2018) lalu.

MANADO, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan rekomendasi level III Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih berlanjut.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan mengatakan, sinar api yang muncul dan guguran lava yang terjadi di Gunung Karangateng merupakan rangkaian gempa-gempa fase banyak dan tremor minggu lalu.

"Artinya, Gunung Karangetang berepisode seperti itu, yaitu ada gempa fase banyak agak meningkat, ada sinar api, dilanjut ada tremor yang diikuti guguran lava, dan proses tersebut berulang," ujarnya melalui pesan singkat saat dikonfirmasi, Sabtu (29/6/2019).

Baca juga: Jumat Pagi, Gunung Karangetang 2 Kali Keluarkan Guguran Lava

Menurut dia, selama proses episodik tersebut belum intens, maka rekomendasi level III saat ini masih berlaku.

"Yaitu radius 2,5 kilometer dan 4 kilometer khusus untuk arah barat daya-utara," katanya.

Lanjut Hendra, dari hasil pengamatan, sinar api berulang muncul pada Jumat (28/6/2019) pukul 18.00-24.00 Wita.

"Kawah utama muncul sinar api samar-samar dan tinggi lebih kurang 10 meter. Sedangkan kawah dua sinar api tampak terang tinggi lebih kurang 25 meter," ujarnya.

Baca juga: PVMBG: Gempa Fase Banyak Gunung Karangetang Berfluktuasi Per Hari

Selain itu, baik kawah utama dan kawah dua juga mengeluarkan asap putih tebal tinggi 100-150 meter.

Warga dan pengunjung atau wisatawan diimbau agar tidak mendekat dan beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua dan kawah utama.

Serta di area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 kilometer, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang.

Baca juga: PVMBG: Guguran Lava Terus Terjadi, Status Gunung Karangetang Siaga

Selain itu, warga di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman hujan lahar dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X