Fakta Baru Ayah Tiga Anak di Minahasa Bunuh Istri lalu Gantung Diri

Kompas.com - 12/11/2019, 10:42 WIB
Pembunuhan. ThinkstockPembunuhan.

MANADO, KOMPAS.com - Polisi mengungkap fakta baru mengenai tewasnya pasangan suami istri di Desa Noongan, Jaga II, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten  Minahasa, Sulawesi Utara.

Tewasnya Sandra Mokalu (39), diduga kuat karena dibunuh oleh suaminya sendiri, yakni DR alias Dom (40).

Diduga, pembunuhan itu dilakukan ketika istrinya dalam keadaan tidur di rumah. Suami menghabisi nyawa istrinya dengan cara ditebas menggunakan parang.

Dalam penyelidikan polisi, pada tubuh korban maupun pelaku tidak ditemukan adanya tanda perlawanan.


Tebasan parang mengakibatkan korban atau sang istri mengalami tiga luka pada bagian antara rahang dan leher.

“Pelaku diduga sudah mahir menggunakan parang yang digunakan untuk menghabisi istrinya. Karena terlihat luka pada tubuh korban, semunya dalam posisi berdekatan dan lebih fokus pada satu arah,” ujar Kepala Bagian Operasional Polres Minahasa Kompol Yuriko Fernanda, Senin (11/11/2019).

Baca juga: Setelah Bunuh Istri, Ayah Tiga Anak di Minahasa Gantung Diri

Kasus ini terjadi pada Minggu (10/11/2019).

Usai membunuh istrinya, DR kemudian bunuh diri.

Dia tewas gantung diri di perkebunan miliknya yang tak jauh dari rumah.

Di tempat kejadian perkara, yaitu di rumah korban, polisi juga menemukan puntung rokok di dalam kamar dan juga di kamar mandi.

Jenis rokoknya sama dengan yang ada di saku DR ketika ditemukan tewas gantung diri.

“Puntung rokok di kamar mandi yang menjadi petunjuk awal kami memastikan jika Dom adalah pelakunya. Karena, sama dengan rokok yang didapat pada saku pelaku ketika diketahui bunuh diri dengan cara gantung diri,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Sugeng Wahyudi Santoso.

Baca juga: Bocah 6 Tahun Tewas Saat Rumah Terbakar di Minahasa, Begini Kronologinya

Dari hasil pemeriksaan sementara, pembunuhan diduga dilakukan antara Sabtu (9/11/2019) sekitar pukul 23.00 Wita, hingga Minggu pada pukul 01.00 Wita.

Sebelum beraksi, malam hari itu pelaku sempat menitipkan anak bungsu mereka yang masih berusia 18 bulan kepada kakaknya.

Ketika kembali seusai menitipkan anaknya, polisi menduga pelaku beraksi menghabisi istrinya di atas ranjang.

Setelah istrinya tewas, pelaku memindahkan korban ke kamar mandi dan menutupinya menggunakan kasur.

Kemudian, pelaku diduga keluar menggunakan mobil milik mereka.

Dari situ, pelaku menuju ke kebun milik mereka di perkebunan Kembes, Langowan, dan bunuh diri.

Aksi bunuh diri itu baru diketahui oleh warga pada Minggu siang. Pelaku sudah tewas tergantung pada sebatang pohon menggunakan tali nilon.

Polisi juga memastikan bahwa pelaku memang murni melakukan gantung diri menggunakan tali nilon.

Sebab, di bagian tubuh jasadnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Polisi juga sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan anak mereka.

Dari hasil penyelidikan, dalam dua bulan belakangan, pasangan suami istri itu sering terlibat cekcok rumah tangga.

Bahkan, masalah tersebut pernah dimediasi oleh pemerintah desa setempat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Pembunuhan Hakim PN Medan yang Dilakukan Istri dan 2 Orang Suruhannya

Duduk Perkara Pembunuhan Hakim PN Medan yang Dilakukan Istri dan 2 Orang Suruhannya

Regional
Seorang Kakek di Sulsel Meninggal Diduga Kelaparan, Jenazah Ditemukan di Tumpukan Batu

Seorang Kakek di Sulsel Meninggal Diduga Kelaparan, Jenazah Ditemukan di Tumpukan Batu

Regional
Rem Blong, Truk Kontainer Terguling Timpa 7 Mobil di Rest Area Tol Cipularang

Rem Blong, Truk Kontainer Terguling Timpa 7 Mobil di Rest Area Tol Cipularang

Regional
Perwira Polisi di Madiun Dipecat, Ini Kasus yang Menjeratnya

Perwira Polisi di Madiun Dipecat, Ini Kasus yang Menjeratnya

Regional
Petani Ngawi Gelar Sayembara Berburu Tikus, 1 Ekor Dihargai Rp 2.000

Petani Ngawi Gelar Sayembara Berburu Tikus, 1 Ekor Dihargai Rp 2.000

Regional
Bersih-bersih Dapur, Warga Jember Kaget Ular Kobra 1,5 Meter Tiba-tiba Muncul

Bersih-bersih Dapur, Warga Jember Kaget Ular Kobra 1,5 Meter Tiba-tiba Muncul

Regional
Tak Mau Disebut Miskin, Pasutri Ini Bayar Biaya Persalinan dengan Uang Koin Hasil Menabung

Tak Mau Disebut Miskin, Pasutri Ini Bayar Biaya Persalinan dengan Uang Koin Hasil Menabung

Regional
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Tanimbar, Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Tanimbar, Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Setelah Heboh Keraton Agung Sejagat, Kini Muncul Kesultanan Selaco di Tasikmalaya

Setelah Heboh Keraton Agung Sejagat, Kini Muncul Kesultanan Selaco di Tasikmalaya

Regional
Balita Penderita Gizi Buruk di Lamongan Dirujuk ke Rumah Sakit Lebih Lengkap di Surabaya

Balita Penderita Gizi Buruk di Lamongan Dirujuk ke Rumah Sakit Lebih Lengkap di Surabaya

Regional
Viral Tagihan Makan 2 Lauk Ekor Ayam Rp 800.000, Ini Penjelasan Pemilik Rumah Makan

Viral Tagihan Makan 2 Lauk Ekor Ayam Rp 800.000, Ini Penjelasan Pemilik Rumah Makan

Regional
Ini Jurus Pemprov Sumut Atasi Banjir di Medan

Ini Jurus Pemprov Sumut Atasi Banjir di Medan

Regional
Sumut Diserang ASF, Nias Dipilih Jadi Tempat Pembibitan Babi

Sumut Diserang ASF, Nias Dipilih Jadi Tempat Pembibitan Babi

Regional
Mengungkap Misteri Kejanggalan Penemuan Kerangka Manusia Duduk di Sofa Rumah Kosong di Bandung

Mengungkap Misteri Kejanggalan Penemuan Kerangka Manusia Duduk di Sofa Rumah Kosong di Bandung

Regional
Cerita Pegawai KPU Belitung Tunggu Kedatangan Wahyu Setiawan di Bandara, Ternyata Ditangkap KPK

Cerita Pegawai KPU Belitung Tunggu Kedatangan Wahyu Setiawan di Bandara, Ternyata Ditangkap KPK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X