Takut Virus Corona, 15 WN China Minta Perpanjang Izin Tinggal di Manado

Kompas.com - 06/02/2020, 11:07 WIB
Ilustrasi virus Corona ShutterstockIlustrasi virus Corona

MANADO, KOMPAS.com - Sebanyak 15 warga negara (WN) China menyampaikan permohonan perpanjangan izin tinggal di Manado.

Permohonan itu telah dilayangkan ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado, Sulawesi Utara.

Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I TPI Manado Arthur Mawikere menjelaskan, status 15 WN China, izin tinggal mereka memang belum habis.

"Masih ada beberapa hari (izin tinggal), seminggu mungkin. Masih ada waktu mereka. Namun, permohonan untuk perpanjang izin tinggal sudah mereka sampaikan ke kami," kata Arthur saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (6/2/2020) pukul 09.54 Wita.

Baca juga: WN China di Sumut Tak Bisa Pulang karena Virus Corona, Jika Izin Tinggal Habis Diberi Visa Darurat

Menurut Arthur, kalaupun 15 WN China belum kembali, izin tinggal mereka bisa diperpanjang.

Apalagi, dengan kejadian yang luar biasa ini. WN China yang ada di sini juga tidak bisa kembali karena tidak ada alat angkut. Selain itu, karena takut terpapar virus corona.

"Maka dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mengeluarkan peraturan terkait dengan izin tinggal bagi mereka pemegang visa turis, dapat dilakukan perpanjangan. Lama perpanjangan izin tinggal berlaku selama sebulan," ujar Arthur.

Baca juga: WN China Tak Bisa Pulang, Pemerintah Fasilitasi Pengurusan Visa Overstay hingga Sebulan

Ia juga menuturkan, 15 WN China tersebut sampai ke Manado bulan Januari.

"Saya lihat ada yang tiba tanggal 17 Januari, ada juga 22 Januari. Dari 15 WN China ini, didominasi oleh perempuan dan anak-anak. Kalau laki-laki hanya sedikit, satu sampai dua orang," kata Arthur.

Ia menambahkan, baru 15 WN China yang didata meminta permohonan perpanjangan izin tinggal.

"Permohonan itu akan kita tindak lanjuti, akan memanggil orang-orangnya," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 10 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 10 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
Dalam 6 Jam, Gunung Merapi 8 Kali Keluarkan Awan Panas

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi 8 Kali Keluarkan Awan Panas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X